Penyanyi kenamaan Katy Perry akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya oleh aktris asal Australia, Ruby Rose. Pernyataan ini muncul setelah publik dikejutkan oleh pengakuan Ruby Rose yang mengklaim telah menjadi korban tindakan tidak menyenangkan dari sang pelantun "Roar" tersebut sekitar dua dekade yang lalu.
Klaim tersebut pertama kali mencuat melalui sebuah unggahan di platform media sosial Threads yang dibagikan oleh Ruby Rose pada 12 April 2026. Dalam unggahan tersebut, bintang film asal Australia itu mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi di Spice Market, sebuah kelab malam populer yang berlokasi di Melbourne, Australia, saat ia baru menginjak usia 20 tahun.
Ruby Rose menjelaskan bahwa dirinya membutuhkan waktu yang sangat lama dan keberanian besar untuk akhirnya berani mengungkap kejadian masa lalu tersebut ke hadapan publik. Menurutnya, keterlambatan dalam bersuara ini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah kasus kekerasan seksual mampu meninggalkan bekas trauma yang sangat mendalam bagi para korbannya.
Meskipun telah melayangkan tuduhan yang serius, Ruby Rose terpantau tidak memberikan rincian lebih spesifik mengenai bentuk pelecehan seksual yang diklaim telah dilakukan oleh Katy Perry kepadanya. Namun, pihak manajemen Katy Perry segera memberikan reaksi cepat dan membantah dengan sangat keras seluruh pernyataan yang dibuat oleh sang aktris.
Perwakilan resmi dari pihak penyanyi yang kini telah memiliki satu anak tersebut menegaskan bahwa tuduhan yang dilemparkan oleh Ruby Rose adalah sebuah kebohongan besar atau hoax. Mereka bahkan melabeli klaim tersebut sebagai bentuk fitnah yang bersifat sangat berbahaya serta berpotensi merusak reputasi Katy Perry secara personal maupun profesional.
Lebih lanjut, tim manajemen Katy Perry menyatakan bahwa mereka sebenarnya tidak merasa terlalu terkejut dengan perilaku atau manuver yang dilakukan oleh Ruby Rose dalam menyebarkan tuduhan tersebut. Berdasarkan keterangan yang dikutip dari Page Six, pihak perwakilan menyebutkan bahwa sang aktris sebelumnya diketahui pernah melakukan aksi serupa terhadap beberapa pihak lainnya.
Kasus ini mencuri perhatian luas di tengah kabar pribadi Katy Perry yang juga sedang menjadi sorotan media setelah dirinya terlihat menghabiskan waktu bersama Justin Trudeau. Kedekatan tersebut menjadi perbincangan hangat lantaran terjadi tak lama setelah sang penyanyi dikabarkan mengakhiri hubungan jangka panjangnya dengan aktor kenamaan, Orlando Bloom.
Hingga saat ini, perseteruan hukum dan opini publik antara kedua figur publik ini masih terus berkembang seiring dengan munculnya bantahan dari pihak manajemen pada Selasa, 14 April 2026. Publik pun masih menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai apakah masalah tuduhan pelecehan di masa lalu ini akan dibawa ke jalur hukum yang lebih serius atau tidak.