Kenaikan Harga Plastik Picu Lonjakan Harga Beras dan Gula

Kenaikan Harga Plastik Picu Lonjakan Harga Beras dan Gula

Lonjakan harga plastik kini mulai berdampak langsung pada kenaikan harga komoditas pangan utama seperti beras dan gula pasir di pasar domestik. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperoleh informasi ini setelah melakukan koordinasi dengan para pelaku usaha di sektor perberasan dan pergulaan nasional.

I Gusti Ketut Astawa selaku Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas menjelaskan bahwa aspirasi dari para pelaku usaha telah diserap sepenuhnya. Pertemuan tersebut mengungkap bahwa kelangkaan pasokan bahan baku plastik menjadi pemicu utama penyesuaian harga jual komoditas pangan tersebut ke konsumen.

Berdasarkan laporan para pelaku usaha, biaya kemasan plastik menyumbang kenaikan harga beras sekitar Rp 350 per kilogram dan gula pasir sebesar Rp 150 per kilogram. Ketut menegaskan bahwa dampak kenaikan ini cukup signifikan sehingga memerlukan pengawasan ketat agar tidak terus merangkak naik di masa depan.

Dinamika Harga dan Kondisi Pasar

Meskipun terdapat kenaikan biaya produksi akibat plastik, pantauan Bapanas menunjukkan bahwa fluktuasi harga beras dan gula selama sebulan terakhir masih relatif stabil. Kenaikan yang terjadi dinilai masih dalam batas kewajaran karena belum menyentuh angka 5 hingga 10 persen dari harga sebelumnya.

Data per 16 April menunjukkan harga rata-rata beras medium masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Berikut adalah rincian perbandingan harga rata-rata beras dan gula berdasarkan wilayah dan zona dalam kurun waktu satu bulan terakhir:

Komoditas/Wilayah Harga Bulan Lalu (per kg) Harga Per 16 April (per kg) Persentase Kenaikan/Penurunan
Beras Medium Zona I Rp 12.964 Rp 12.965 Naik 0,01%
Beras Medium Zona II Rp 13.585 Rp 13.622 Naik 0,27%
Beras Medium Zona III Rp 15.056 Rp 15.154 Naik 0,65%
Gula (Selain Indonesia Timur) Rp 18.240 Rp 18.615 Naik 2,06%
Gula (Wilayah Indonesia Timur) Rp 20.412 Rp 20.163 Turun 1,22%

Upaya Stabilisasi Pasokan Plastik

Ketut menyatakan bahwa Bapanas akan segera mengambil langkah tindak lanjut dengan mengintensifkan koordinasi bersama instansi terkait guna meredam fluktuasi harga plastik. Pihaknya akan memastikan kelancaran suplai plastik untuk sektor pangan melalui kerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

Diskusi mendalam sangat diperlukan untuk mencegah koreksi harga pangan yang lebih tajam akibat beban biaya pengemasan. Bapanas berencana menggelar rapat besar bersama kementerian dan lembaga terkait guna mencari solusi konkret atas dampak kenaikan harga yang dirasakan masyarakat.

Ketut menutup penjelasannya dengan menegaskan pentingnya menjaga kestabilan pasokan dan mencari sumber pasokan plastik yang lebih baik dan kompetitif. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat menekan biaya produksi demi menjaga keterjangkauan harga pangan nasional.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: finance.detik.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.