Laba FORE Melonjak 60,5% di Kuartal I/2026, Siap Perluas Jaringan Gerai Baru

Laba FORE Melonjak 60,5% di Kuartal I/2026, Siap Perluas Jaringan Gerai Baru

PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) mencatatkan pencapaian luar biasa dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 60,5% secara tahunan menjadi Rp9,4 miliar pada kuartal I/2026. Keberhasilan ini menunjukkan ketangguhan kinerja perusahaan meskipun harus menghadapi tekanan musiman selama bulan Ramadan serta situasi ketidakpastian global yang menantang.

Berdasarkan data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (20/4/2026), kenaikan laba tersebut didorong oleh lonjakan pendapatan sebesar 52,4% yang mencapai angka Rp444 miliar. Selain itu, EBITDA perseroan turut mengalami peningkatan signifikan sebesar 66,7% menjadi Rp81,1 miliar dengan margin yang melebar dari posisi 16,7% ke level 18,3%.

Ekspansi Strategis dan Efisiensi Operasional

Direktur Utama FORE, Vico Lomar, menyatakan bahwa perolehan positif ini adalah bukti dari efektivitas langkah ekspansi serta peningkatan skala usaha yang dilakukan perseroan. Meski konsumsi masyarakat biasanya melambat selama masa Ramadan, FORE tetap mampu menjaga ritme pertumbuhan melalui penguatan basis pelanggan setia dan efisiensi di berbagai lini operasional.

Salah satu pendorong utama kinerja perusahaan adalah perluasan jaringan gerai secara masif ke berbagai wilayah potensial. Selama kuartal pertama tahun 2026, perseroan telah mengoperasikan lebih dari 20 gerai baru, di mana sekitar 40% dari total tersebut berlokasi di kota-kota kategori tier 2 dan tier 3.

Hingga akhir Maret 2026, total gerai aktif milik FORE telah mencapai 338 unit, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 35% dibandingkan posisi 251 gerai pada periode yang sama tahun 2025. Vico menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional serta standar kualitas produk yang tidak pernah dikompromikan.

Perusahaan juga sangat teliti dalam mengalokasikan modal usaha untuk memastikan setiap investasi memberikan hasil maksimal bagi keberlanjutan bisnis. Setiap pemilihan lokasi untuk pembukaan gerai baru dilakukan melalui proses seleksi yang sangat ketat dengan fokus utama pada potensi imbal hasil jangka panjang.

Manajemen juga secara disiplin menggunakan dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana atau IPO untuk mendukung agenda ekspansi besar-besaran tersebut. Fokus strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi pasar FORE sebagai salah satu pemimpin di industri kopi ritel tanah air.

Tantangan Global dan Ketahanan Bisnis

Komisaris Utama FORE, Willson Cuaca, memberikan sorotan khusus terhadap berbagai hambatan eksternal yang muncul selama periode awal tahun ini. Ia menyebutkan bahwa dinamika geopolitik internasional serta konflik global yang berkepanjangan menciptakan lingkungan operasional yang sangat sulit untuk diprediksi oleh para pelaku usaha.

Meskipun masa operasional kuartal ini tergolong lebih pendek akibat adanya libur panjang, FORE dinilai mampu menunjukkan ketahanan yang sangat luar biasa. Ketangkasan dalam beradaptasi terhadap perubahan pasar menjadi kunci utama perusahaan tetap meraih laba di tengah situasi ekonomi yang dinamis dan penuh tantangan.

Pertumbuhan Lini Bisnis Fore Donut

Di samping bisnis kopi, lini usaha baru yaitu Fore Donut juga mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan yang menjanjikan setelah diluncurkan pada akhir 2025. Sepanjang kuartal I/2026, unit bisnis ini telah menambah lima lokasi gerai baru dan sedang bersiap untuk merambah kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Rencana ekspansi kedepannya mencakup penetrasi ke lokasi strategis seperti bandara serta penguatan keberadaan di kota-kota utama seperti Bandung dan Surabaya. Diversifikasi produk ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk membangun ekosistem produk yang lebih lengkap bagi konsumen.

Dengan model bisnis yang bersifat scalable atau mudah ditingkatkan skalanya, FORE berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan yang sudah ada. Perusahaan optimis dapat terus meningkatkan tingkat profitabilitas di tengah persaingan industri makanan dan minuman yang semakin kompetitif.

Target Pembangunan Gerai dan Alokasi Dana

Sesuai dengan target yang ditetapkan manajemen, sedikitnya 70 gerai kopi baru direncanakan akan dibangun sepanjang tahun 2026 ini. Direktur Strategi dan Pengembangan Perusahaan FORE, Fahmi Rachmattulah, mengonfirmasi bahwa ekspansi tetap akan menyasar pasar di wilayah tier 1 sekaligus memperluas jangkauan ke tier 2 dan 3.

Pembagian lokasi pembangunan gerai baru direncanakan secara seimbang, yakni 50% di wilayah tier 1 dan sisanya sebesar 50% untuk wilayah tier 2 serta tier 3. Untuk mewujudkan rencana tersebut, perusahaan telah menyiapkan alokasi anggaran investasi atau belanja modal sebesar Rp2 miliar untuk setiap pembangunan gerai kopi baru.

Kategori Data Capaian Kuartal I/2026 Pertumbuhan Tahunan (YoY)
Laba Bersih Rp9,4 Miliar 60,5%
Pendapatan Rp444 Miliar 52,4%
EBITDA Rp81,1 Miliar 66,7%
Margin EBITDA 18,3% Naik dari 16,7%
Jumlah Gerai Aktif 338 Unit 35%

Fahmi menekankan bahwa proses ekspansi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, terutama dalam menganalisis daya beli masyarakat di calon lokasi gerai baru. Hal ini bertujuan agar setiap unit bisnis yang dibuka mampu memberikan kontribusi positif terhadap performa finansial grup secara keseluruhan.

Selain kopi, Fore Donut yang diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru ditargetkan dapat memiliki hingga 30 unit gerai tambahan di wilayah Pulau Jawa. Kebutuhan belanja modal atau capex untuk pembangunan gerai donat ini diprediksi sedikit lebih tinggi daripada anggaran standar Rp2 miliar per unit gerai kopi.

Langkah berani ini diambil untuk memastikan diversifikasi pendapatan perusahaan berjalan sesuai rencana dan tidak hanya bergantung pada satu jenis produk saja. Dengan strategi yang terukur, FORE optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan catatan kinerja yang jauh lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.