PGEO Garap Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 dengan Target Kapasitas 220 MW

PGEO Garap Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 dengan Target Kapasitas 220 MW

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) secara resmi telah memulai pelaksanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4 yang berlokasi di wilayah Sumatera Selatan. Fasilitas ini direncanakan memiliki kapasitas sebesar 55 megawatt (MW) dan menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas portofolio energi terbarukan di Indonesia.

Lokasi pengerjaan berada di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai serta Margabayur yang merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang perseroan untuk energi bersih. Proyek ini diharapkan dapat memperkokoh posisi PGEO sebagai pemain utama dalam penyediaan infrastruktur ramah lingkungan di tingkat nasional.

Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yani, memberikan penjelasan bahwa pembangunan Unit 4 ini bukan sekadar upaya meningkatkan kapasitas terpasang semata. Langkah ini juga menjadi jaminan atas keberlanjutan pasokan energi hijau yang stabil bagi kebutuhan masyarakat di tanah air.

Ahmad Yani menegaskan bahwa inisiatif ini memegang peran krusial dalam mendukung target bauran energi nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, proyek tersebut merupakan kontribusi nyata Indonesia dalam upaya global untuk mewujudkan emisi nol bersih atau net zero emissions.

Detail Investasi dan Rencana Teknis Proyek

Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan proyek, PGEO telah mengalokasikan dana investasi yang mencapai angka US$32,21 juta atau setara dengan Rp521,8 miliar. Perhitungan anggaran tersebut menggunakan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp16.200 per dolar AS untuk membiayai berbagai kebutuhan infrastruktur awal.

Dana tersebut secara spesifik akan digunakan untuk membiayai proses pengeboran pada tiga titik sumur eksplorasi baru di kawasan tersebut. Selain pengeboran, rangkaian kegiatan juga mencakup pembangunan fasilitas penunjang serta pelaksanaan uji produksi yang dijadwalkan selesai pada Oktober 2027.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi, memberikan rincian tambahan mengenai keunggulan teknis dari lokasi pengeboran yang telah dipilih. Menurutnya, titik pengeboran berada pada zona upflow utama yang dikenal memiliki karakteristik permeabilitas sangat tinggi bagi aliran panas bumi.

Berdasarkan data geosains yang dihimpun oleh tim ahli, cadangan energi yang tersedia saat ini dinilai sangat mumpuni untuk mendukung operasional Unit 4. Kekuatan cadangan tersebut diproyeksikan mampu menjaga stabilitas pasokan listrik tambahan sebesar 55 MW secara konsisten dan efisien.

Proyek ini dinilai memiliki fundamental ekonomi yang sangat kuat karena sudah terintegrasi ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025–2034. PGEO juga telah mengamankan kepastian bisnis melalui kontrak pembelian listrik (PPA) yang menggunakan mekanisme eskalasi harga di masa depan.

Proyeksi Pertumbuhan dan Kapasitas Masa Depan

Tingkat kebutuhan listrik di Provinsi Sumatera Selatan sendiri diprediksi akan terus mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 6,07% setiap tahunnya. Pertumbuhan permintaan ini menjadi faktor pendorong utama yang meningkatkan nilai ekonomis serta urgensi penyelesaian proyek PLTP Lumut Balai Unit 4.

Manajemen PGEO menetapkan target ambisius agar PLTP Lumut Balai Unit 4 dapat mencapai tahap operasional komersial (Commercial Operation Date/COD) pada tahun 2032. Jadwal ini telah disesuaikan dengan tahapan pengembangan infrastruktur panas bumi lainnya yang sedang berjalan di kawasan yang sama.

Apabila Unit 4 ini telah beroperasi, ditambah dengan rencana operasional Unit 3 pada tahun 2030, maka total kapasitas di Area Lumut Balai akan melonjak. Perseroan memproyeksikan total kapasitas terpasang di wilayah tersebut nantinya akan mencapai angka maksimal sebesar 220 MW.

Tabel berikut merangkum data statistik dan rencana kapasitas proyek yang dikembangkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. di wilayah Sumatera Selatan:

Parameter Proyek Detail Informasi
Target Kapasitas Unit 4 55 Megawatt (MW)
Total Investasi Awal US$32,21 Juta (Rp521,8 Miliar)
Jumlah Sumur Eksplorasi 3 Sumur
Asumsi Kurs Rupiah Rp16.200 per Dolar AS
Target Selesai Tahap Awal Oktober 2027
Target COD Unit 3 Tahun 2030
Target COD Unit 4 Tahun 2032
Total Kapasitas Area Lumut Balai 220 Megawatt (MW)
Proyeksi Kebutuhan Listrik Sumsel 6,07% per tahun

Melalui pengembangan yang masif ini, PGEO terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian energi nasional berbasis sumber daya terbarukan yang melimpah. Perusahaan optimis bahwa integrasi antara keunggulan teknis dan kepastian komersial akan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Sebagai catatan bagi pembaca, informasi ini disajikan untuk kepentingan berita korporasi dan bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi saham tertentu. Segala bentuk keputusan investasi yang diambil merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing investor berdasarkan analisis risiko secara mandiri.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.