Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung tengah mempersiapkan skema pengamanan berlapis guna mengawal pertandingan besar antara Persib Bandung melawan Arema FC. Laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 24 Februari 2026 mendatang.
Demi menjamin suasana pertandingan yang aman dan kondusif, pihak kepolisian akan mengerahkan kekuatan sebanyak 3.000 personel di titik-titik strategis. Langkah antisipasi ini diambil mengingat tingginya tensi pertandingan serta besarnya antusiasme publik terhadap pertemuan dua klub besar tersebut.
Plt Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Adi Wijaya, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan melalui rapat bersama panitia pelaksana dan pihak internal keamanan. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen pengamanan sudah siap menjalankan tugas demi kelancaran duel antara Maung Bandung dan Singo Edan tersebut.
Himbauan untuk Pendukung Tuan Rumah
Kombes Pol Adi Wijaya juga memberikan pesan khusus kepada para pendukung setia Persib Bandung, yang akrab disapa Bobotoh, agar selalu menjaga ketertiban selama laga. Kehadiran suporter diharapkan menjadi suntikan semangat yang positif tanpa menimbulkan tindakan-tindakan yang dapat merugikan tim maupun masyarakat luas.
Ia menekankan pentingnya bagi penonton untuk menikmati pertandingan dengan cara yang nyaman dan baik demi menjaga marwah sepak bola nasional. Dengan dukungan yang suportif dan tertib, pihak kepolisian berharap Persib Bandung mampu meraih hasil maksimal dalam pertandingan kandang kali ini.
Di sisi lain, Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menjelaskan bahwa sistem penyekatan ketat akan diberlakukan di tiga titik akses menuju stadion. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap orang yang memasuki kawasan Stadion GBLA merupakan penonton yang sudah memiliki tiket resmi.
Asep menegaskan bahwa petugas di lapangan tidak akan segan untuk memutar balik suporter yang kedapatan tidak memiliki tiket sah saat melewati pos penyekatan. Hal ini dilakukan demi mengontrol kapasitas penonton dan meminimalisir potensi kericuhan akibat membludaknya massa di area luar stadion.
Skema Rekayasa Lalu Lintas dan Sterilisasi
Untuk menghindari kemacetan parah di wilayah Bandung Timur, kepolisian akan menerapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan Gede Bage. Skema ini dirancang agar aliran kendaraan menuju stadion serta wisatawan yang hendak ke Masjid Al Jabbar dapat terurai dengan lancar.
Selain itu, sterilisasi di sepanjang Jalan Gedebage akan diperketat guna mengosongkan area sekitar stadion dari parkir liar atau kendaraan yang berhenti sembarangan. Langkah ini sangat krusial mengingat adanya jalur kereta api aktif di kawasan tersebut yang melintas secara rutin setiap 15 hingga 20 menit.
Seluruh personel keamanan dijadwalkan sudah mulai bersiaga dan menempati pos penyekatan masing-masing mulai pukul 14.00 WIB. Petugas akan melakukan skrining awal yang mendalam sebelum para penonton diarahkan untuk memasuki area tribun Stadion GBLA.
| Detail Operasional | Informasi Pengamanan |
|---|---|
| Jumlah Personel | 3.000 Anggota Polri/TNI |
| Waktu Penjagaan | Mulai pukul 14.00 WIB |
| Jumlah Titik Penyekatan | 3 Lokasi Utama |
| Intervasi Kereta Api | Setiap 15-20 Menit |
Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim di papan klasemen BRI Super League, di mana Persib Bandung terus berusaha menjaga performa konsistennya. Sementara itu, Arema FC datang dengan motivasi tinggi untuk meruntuhkan dominasi tuan rumah di hadapan ribuan pendukungnya sendiri.
Kesiapan matang dari pihak kepolisian diharapkan mampu meredam segala potensi gangguan keamanan selama jalannya laga hingga suporter kembali ke rumah masing-masing. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya besar menjaga standar keamanan kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.