Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan lampu hijau terkait penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) sebagai lokasi konser grup musik asal Korea Selatan, BTS. Pramono menyatakan bahwa dirinya kini menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai pemilihan tempat pertunjukan kepada pihak penyelenggara konser tersebut.
Pernyataan ini ia sampaikan saat menghadiri acara Halal Bihalal Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITB di wilayah Jakarta Selatan pada hari Minggu (19/4/2026). Ia menjelaskan bahwa Jakarta mulai kedatangan deretan konser musisi mancanegara berskala besar seperti Guns N' Roses, Metallica, hingga The Weeknd, walau ada satu nama artis lain yang masih ia rahasiakan.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono sempat menceritakan kembali keinginannya terdahulu yang berharap agar BTS dapat tampil di Jakarta International Stadium (JIS). Namun, rencana tersebut ternyata memicu reaksi keras serta gelombang protes dari para penggemar setia grup tersebut yang dikenal dengan sebutan ARMY.
Pramono mengakui bahwa keputusannya untuk beralih mendukung GBK juga dipengaruhi oleh masukan dari anaknya sendiri yang merupakan seorang penggemar BTS. Berdasarkan masukan tersebut, ia akhirnya melunak dan menyetujui jika stadion bersejarah di pusat kota itu menjadi panggung utama bagi Jin dan kawan-kawan.
Mengenai rencana konser yang dijadwalkan berlangsung pada 26-27 Desember tersebut, Pramono menegaskan tidak akan lagi mencampuri urusan teknis pemilihan lokasinya. Dirinya kini memberikan kebebasan penuh kepada pihak terkait untuk menentukan tempat yang paling tepat demi kenyamanan penonton.
Ia bahkan berkelakar bahwa sang anak sampai menemuinya secara langsung hanya untuk memintanya berhenti berkomentar tentang preferensi lokasi konser ARMY. Pramono pun berjanji tidak akan mengeluarkan pernyataan lagi terkait hal ini dan menyerahkan segala prosesnya kepada pihak berwenang serta takdir.
Wacana awal mengenai penggunaan JIS sebagai lokasi konser tersebut sebenarnya sempat mencuat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Balai Kota Jakarta pada Kamis (16/4). Kala itu, ia mengaku sedang memperjuangkan JIS agar bisa bersaing dengan GBK dalam memperebutkan status sebagai lokasi penyelenggaraan konser megah tersebut.
Pramono saat itu melihat ada tantangan tersendiri untuk membuktikan kelayakan infrastruktur JIS jika dibandingkan dengan GBK dalam menangani acara internasional. Meskipun keduanya berada di wilayah Jakarta, ia merasa perlu ada perbandingan kualitas dalam menyambut bintang tamu sebesar BTS di stadion-stadion tersebut.
Jika berkaca pada pengalaman acara besar sebelumnya, Stadion Utama GBK memang sering dianggap lebih unggul dan nyaman dibandingkan JIS sebagai lokasi konser. Keunggulan utamanya terletak pada akses transportasi umum yang sangat lengkap, mulai dari moda MRT, armada TransJakarta, hingga jaringan kereta komuter KRL.
Selain aksesibilitas yang mumpuni, sistem manajemen kerumunan di kawasan Senayan dinilai jauh lebih matang dan berpengalaman dalam menangani massa berjumlah banyak. Faktor-faktor praktis inilah yang kemudian membuat banyak pihak, termasuk para penggemar, lebih condong memilih GBK sebagai lokasi yang ideal.
Pramono juga memaparkan bahwa mendatangkan artis internasional papan atas merupakan strategi jitu untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Kegiatan berskala dunia ini diyakini mampu meningkatkan daya saing Jakarta, tidak hanya di sektor bisnis tetapi juga di sektor pariwisata internasional.
Dampak positif dari acara-acara internasional tersebut sudah mulai terlihat dari statistik durasi kunjungan para wisatawan yang datang ke Jakarta. Berdasarkan data yang ia sampaikan, terjadi peningkatan signifikan pada lama tinggal turis di ibu kota dibandingkan periode sebelumnya.
| Indikator Wisatawan | Durasi Lama Tinggal Sebelumnya | Durasi Lama Tinggal Saat Ini |
|---|---|---|
| Rata-rata Kunjungan ke Jakarta | 1 - 1,5 Hari | Mendekati 3 Hari |
Pramono menjelaskan bahwa tren peningkatan ini terjadi karena Jakarta kini mulai dipandang sebagai destinasi wisata, bukan sekadar pusat kegiatan bisnis semata. Menurutnya, salah satu daya tarik utama yang membuat wisatawan bertahan lebih lama adalah berkembangnya sektor wisata belanja di berbagai sudut kota.