PTPP Adopsi Strategi Restrukturisasi Danantara dalam Transformasi BUMN Karya

PTPP Adopsi Strategi Restrukturisasi Danantara dalam Transformasi BUMN Karya

PT PP (Persero) Tbk., emiten BUMN Karya, mengumumkan komitmennya untuk melanjutkan transformasi dan mempercepat proses restrukturisasi di bawah koordinasi Badan Pengaturan (BP) BUMN dan Danantara Indonesia. Dalam pernyataan resmi yang dirilis, manajemen PTPP menyatakan bahwa langkah ini merupakan hasil pertemuan terbaru antara direksi BUMN Karya dan Danantara.

Prioritas utama dari kerja sama ini adalah mempercepat transformasi demi meningkatkan daya saing industri konstruksi di Tanah Air. "Kami bertekad untuk menjalankan arahan tersebut dengan disiplin dan konsisten, sehingga dapat mewujudkan perusahaan yang lebih sehat, kredibel, dan berdaya saing," ungkap manajemen PTPP dalam siaran pers yang diterbitkan pada Jumat, 17 April 2026.

Dalam strategi baru ini, salah satu fokus penting adalah memperkuat aspek transparansi serta akuntabilitas. Manajemen juga berencana untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan agar lebih realistis dan kredibel, yang diharapkan dapat memulihkan kepercayaan dari para pemangku kepentingan serta investor di pasar modal.

Selain dari sisi keuangan, Danantara juga mendorong peningkatan kepatuhan terhadap regulasi serta penguatan prinsip good corporate governance (GCG) di setiap lini operasional. BP BUMN bersama Danantara memulai akselerasi restrukturisasi terhadap seluruh emiten konstruksi milik negara guna menciptakan sektor konstruksi yang lebih transparan dan akuntabel.

Kepala BP BUMN, yang juga menjabat sebagai COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan pentingnya perbaikan laporan keuangan sehingga menjadi lebih realistis. Dony menambahkan, transformasi ini tidak hanya berfokus pada aspek finansial jangka pendek, tetapi juga pada kepatuhan terhadap regulasi yang menjadi dasar bagi kemajuan perusahaan.

Melalui pendekatan restrukturisasi yang sistematis, BP BUMN dan Danantara mendorong BUMN Karya untuk meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan. Diharapkan, langkah ini bisa memulihkan kepercayaan stakeholder dan memperkuat daya saing perusahaan dalam sektor infrastruktur.

Lebih lanjut, upaya perbaikan kinerja ini juga diharapkan memberikan kepastian di pasar modal, mengingat masih adanya beberapa emiten konstruksi BUMN yang berjuang untuk bangkit setelah dampak pandemi dan proses restrukturisasi utang. Dony mengungkapkan, dengan fondasi yang lebih baik, BUMN Karya diharapkan bisa berperan strategis dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan tanpa mengabaikan kredibilitas di depan investor.

"Dengan langkah ini, kami berharap BUMN Karya bisa menjadi lebih sehat, kredibel, dan memiliki daya saing yang tangguh," tutup Dony. Artikel ini juga bisa diakses melalui Google News dan WA Channel.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.